PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI OUTSOURCING VS INSOURCING

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sistem informasi adalah kombinasi terorganisasi dari orang, peralatan, instruksi pemrosesan informasi, kanal informasi dan penyimpanan data yang mendapatkan, menyimpan, menggubakan dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi (Dana, 2006). Sebuah sistem informasi melayani dua fungsi penting dalam sebuah organisasi. Pertama, sistem informasi mencerminkan dan mengamati aksi-aksi dalam sistem operasi, yaitu dengan memproses, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi operasional. Kedua, sistem informasi mendukung kegiatan-kegiatan manajerial, termasuk pembuatan keputusan-keputusan manajemen.

Pengembangan sistem informasi perusahaan yang berbasis teknologi informasi dibutuhkan untuk mempermudah para praktisi bisnis dalam mengakses sumber daya informasi, baik yang terkait dengan kegiatan internal maupun kegiatan eksternal perusahaan. Setiap kebijakan akan memiliki resiko yang menyertainya, selain manfaat yang besar dari pengembangan sistem informasi dalam perusahaan, terdapat kemungkinan terjadinya dampak kegagalan, kerugian atau kerusakan pada perusahaan, masyarakat, serta orang-orang di setiap area. Manajemen perusahaan harus mampu meminimalkan pengaruh kegagalan atau kerugian yang merusak pengembangan sistem informasi dari aplikasi bisnis yang berbasis teknologi informasi.

Untuk mengurangi resiko kegagalan dalam pengembangan sistem informasi, maka perusahaan dihadapkan pada beberapa pilihan. Apakah pengembangan sistem informasi tersebut akan dilakukan secara insourcing ataupun outsourcing. Pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat merupakan suatu keharusan bagi suatu organisasi. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Pada pembahasan paper ini penulis mencoba memberikan gambaran tentang pengembangan sistem informasi secara outsourcing maupun insourcing serta apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kemudian berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, penulis mencoba memberi kesimpulan kapan perusahaan sebaiknya melakukan outsourcing. Dari penulisan paper ini diharapkan akan memberikan sedikit pengetahuan kepada pembaca tentang pengembangan sistem informasi menggunakan outsourcing maupun insourcing dan dapat dijadikan bahan pertimbangan saat akan melakukan pengembangan sistem informasi.

Perumusan Masalah

Bagaimana perbandingan pengembangan sistem informasi outsoucing dan insourcing dilihat dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh keduanya?

Tujuan Penulisan

Mengetahui bagaimana perbandingan pengembangan sistem informasi outsoucing dan insourcing dilihat dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh keduanya?

sim (outsourcing vs insourcing)