Kalimat Inspiratif dari Video : CEO Exchange “Xerox dan Coca Cola”

Anne Mulcahy : listening and spending enough time with customers directly, so that things aren’t filtered, and that you actually start responding to customers directly as well, and I think there’s companies that have long histories, long successful histories, listening can become a lost art.

melihat pernyataan tersebut, saya yang bekerja di bidang jual beli merasa bahwa benar sekali jika kita pemilik atau pemimpin perusahaan mendengar sendiri apa yang dikatakan oleh konsumen kita maka kita akan mengetahui apa yang dinginkan oleh mereka dan kita dapat memajukan usaha kita.

Kesan Perkuliahan Manajemen Pemasaran bersama Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

Novita Mardhatillah
E-52

Graduate Student of Master Program in Management
School of Business Bogor Agriculture University
(www.mb.ipb.ac.id / www.ipb.ac.id)

Pengajar :

  • Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. (www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
  • Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
  • Dr. Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F.
  • Dr. Kirbandoko, M.S.M.
  • Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.

Kesan pertama saya pada perkuliahan 6 Maret 2015 adalah bahan perkulihaan diberikan secara sistematis serta menggunakan contoh nyata dari perusahaan yang telah ada sebelumnya. Pada perkuliahaan tersebut dijelaskan bagaimana cara  untuk membuat marketing plan yaitu bahwa setiap perusahaan haruslah mempunyai perencanaan yang strategis, agar apa yang diinginkan oleh perusahaan dapat tercapai dengan baik serta mendapatkan feedback dari konsumen. Perencanaan dalam pembentukan marketing plan dimulai dari hal yang sangat mendasar yaitu apakah visi, misi serta tujuan perusahaan yang mencerminkan terhadap produk yang akan dihasilkan.

 

Dalam melakukan pemasaran, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Konsep 4P merupakan dasar dari marketing mix, yaitu : priceplacepromotion, dan product. Dari 4 hal tersebut perusahaan dapat menentukan mulai dari seperti apa produk yang diproduksi, akan di pasarkan dimana, berapa harga yang pas untuk menguntungkan perusahaan tetapi juga tidak membebankan terhadap konsumen serta promosi seperti apa yang akan dilakukan agar konsumen dapat mengenal produk yang ditawarkan oleh perusahaan.Tujuan dari perusahaan tentunya untuk mendapatkan feedback yang bagus dari konsumen atau masyarakat akan produk yang ditawarkan.

 

Agar konsumen atau masyarakat dapat mengenal produk yang ditawarkan oleh perusahaan sebaiknya, perusahaan menentukan secara rinci karakteristik produk serta target marketnya supaya informasi serta produk tersebut tepat sasaran. Analisa yang dilakukan adalah SWOT dari sisi pemasaran harus dibuat untuk menentukan strategi mana yang akan digunakan perusahaan. Berikut beberapa hal penting yang disampaikan untuk menentukan marketing plan yang baik serta banyak poin lainnya yang mendukung agar marketing plan dapat berjalan efektif dan tercapai.

 

Text Book
Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.
Silahkan download e-book:
2015 01 BUKU Pemasaran Strategik Perspektif Perilaku Konsumen dan Marketing Plan

http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id/files/2015/01/2015-01-BUKU-Pemasaran-Strategik-Perspektif-Perilaku-Konsumen.pdf

Buku Pemasaran Strategik

Buku Pemasaran Strategik

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3 Please dowload link below for book preview:
Silahkan download e-book:
2009 UJANG SUMARWAN PEMASARAN STRATEGIK – STRATEGI UNTUK PERTUMBUHAN PERUSAHAAN

Buku Pemasaran Strategik2

Buku Pemasaran Strategik4

SINOPSIS
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.

 

 

KEBERHASILAN dan KEGAGALAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

NOVITA MARDHATILLAH
P056133582.52E

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan di bidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya. Bila digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi, keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal aliran informasi, tidak ada negara yang dapat mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam dunia maya.
Saat ini hampir semua perusahaan melakukan investasi / implementasi IT, untuk menunjang bisnis mereka. Tidak sedikit perusahaan yang melakukan implementasi hanya sebatas mengikuti tren tanpa memahami apa tujuan dari implementasi IT tersebut sehingga menyebabkan kegagalan dalam implementasinya. Kendala yang muncul dalam sistem informasi tersebut adalah terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau justru sistem yang terlalu banyak data. Memahami konsep dasar informasi sangatlah penting atau vital dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif. Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru. Sebuah perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan kegiatannya sehari-hari.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) perusahaan merupakan pengeluaran modal yang besar dan harus dievaluasi dengan cara yang sama seperti investasi besar lain yang akan dilakukan oleh perusahaan lain. Yang memperumit investasi itu adalah karena investasi tersebut memerlukan lebih dari sekedar pengeluaran uang yang besar. Manajemen seluruh organisasi harus berkomitmen untuk melaksanakan proses bisnis yang memungkinkan tiap proses bisnis lain di dalam organisasi melihat dan memahami transaksi tersebut.
Banyak nilai positif dan negatif yang muncul dalam Sistem Informasi Manajemen. Salah satu nilai positifnya adalah membantu pekerjaan atau aktivitas perusahaan jika sesuai dengan prosedur Sistem Informasi Manajemen (SIM). Namun, terdapat pula nilai negatif dari Sistem Informasi Manajemen (SIM) diantaranya adalah finansial. Penggunaan Sistem Informasi Manajemen bukanlah hal yang mudah karena investasi yang dilakukan perusahaan menggunakan nilai investasi ratusan juta rupiah atau bisa jadi milyar rupiah. Oleh karena itu, diperlukan telaah dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam suatu perusahaan. Agar membantu perusahaan dalam bisnis proses dengan perangkat Teknologi Informasi (TI) yang saling menunjang.
1.2 Perumusan Masalah
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam implementasi sistem informasi suatu perusahaan?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam implementasi sistem informasi suatu perusahaan.

sim (KEBERHASILAN dan KEGAGALAN)

KONVERSI SISTEM INFORMASI DALAM PERUBAHAN SISTEM LAMA KE SISTEM BARU DALAM SUATU PERUSAHAAN

NOVITA MARDHATILLAH
P056133582.52E

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Terjadi suatu kesalahan besar yang berakibat fatal pada perusahaan ketika akan melakukan konversi dari sistem yang lama dan sistem yang baru. Ini terjadi karena sistem yang dikembangkan tidak atau kurang sesuai dengan keinginan pengguna, karena proses investigasi, analisa design sistem yang dikembangkan kurang tajam. Pengalaman sangat diperlukan serta permasalahan yang terjadi dan keinginan dari user harus dipahami dengan baik oleh pengembang sistem. Adanya perilaku yang cenderung menolak atau sulit menerima setiap perubahan dalam organisasi perusahaan, khususnya yang sistem informasi baru yang memerlukan peningkatan pengetahun dan keterampilan. Adanya kekhawatiran dari karyawan perusahaan apabila sistem informasi baru (komputerisasi) diimplementasikan akan terjadi „lay-off‟ karyawan perusahaan. (pengurangan pegawai) dan tidak dibarengi dengan „business re-engineering process‟, sehingga sistem komputerisasi kurang memberikan dampak effisiensi dan efektivitas yang maksimal bagi perusahaan. Juga belum siapnya sumber daya untuk mengaplikasikan sistem yang baru.
Sistem baru sudah terpasang, namun terdapat kesalahan prosedur dalam pelaksanaanya, sehingga perubahan tidak dapat terjadi. Sehingga keberadaan sistem baru justru mempersulit kinerja yang sudah ada. Perencanaan dan aplikasi sistem Informasi tidak memiliki arah dan tahapan yang baik. Tidak ada komunikasi yang baik diantara vendor sebagai penyedia IT dengan perusahaan sebagai pengguna, sehingga sistem baru yang terbentuk menjadi tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna dan Level kematangan perusahaan terhadap TI masih rendah. Perusahaan juga tidak boleh memandang perubahan teknologi hanya sebagai sebuah trend dan hal yang harus dilakukan agar perusahaan tidak ketinggalan zaman. tetapi sebenarnya perusahaan tidak membutuhkan teknologi tersebut. Perencanaan aktivitas implementasi tidak dipersiapkan secara comprehensive dan integrated yang meliputi aktivitas Hardware, software and services acquisition, Software development or modification, End user training, Sistemdocumentation dan Conversion methode : pilot project, paralllel cut-over, phase-in cut over, direct cut over (plunge). Kompleksitas dalam pengkonversian tergantung pada beberapa faktor yaitu Jenis PL, Database, Perangkat H/W, Kendali, Jaringan, prosedur. Untuk mengganti sistem yang lama dengasn sistem yang baru ada empat pendekatan yang dapat dilakukan dan pendekatan tersebut juga memiliki kekurangan dan kelebihan dari masing-masing prosesnya.
1.2 Perumusan Masalah
Bagaimana proses konversi sistem informasi data lama ke data baru disebuah perusahaan dan bagaimana menghindari kegagalan dalam pengalihan sistem tersebut?
1.3 Tujuan Penulisan
Mengetahui bagaimana proses konversi sistem informasi data lama ke data baru disebuah perusahaan dan mengetahui bagaimana cara menghindari kegagalan dalam pengalihan sistem tersebut?

sim (KONVERSI SISTEM INFORMASI DALAM PERUBAHAN SISTEM LAMA KE SISTEM BARU DALAM SUATU PERUSAHAAN)

 

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI OUTSOURCING VS INSOURCING

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sistem informasi adalah kombinasi terorganisasi dari orang, peralatan, instruksi pemrosesan informasi, kanal informasi dan penyimpanan data yang mendapatkan, menyimpan, menggubakan dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi (Dana, 2006). Sebuah sistem informasi melayani dua fungsi penting dalam sebuah organisasi. Pertama, sistem informasi mencerminkan dan mengamati aksi-aksi dalam sistem operasi, yaitu dengan memproses, mencatat, dan melaporkan transaksi-transaksi operasional. Kedua, sistem informasi mendukung kegiatan-kegiatan manajerial, termasuk pembuatan keputusan-keputusan manajemen.

Pengembangan sistem informasi perusahaan yang berbasis teknologi informasi dibutuhkan untuk mempermudah para praktisi bisnis dalam mengakses sumber daya informasi, baik yang terkait dengan kegiatan internal maupun kegiatan eksternal perusahaan. Setiap kebijakan akan memiliki resiko yang menyertainya, selain manfaat yang besar dari pengembangan sistem informasi dalam perusahaan, terdapat kemungkinan terjadinya dampak kegagalan, kerugian atau kerusakan pada perusahaan, masyarakat, serta orang-orang di setiap area. Manajemen perusahaan harus mampu meminimalkan pengaruh kegagalan atau kerugian yang merusak pengembangan sistem informasi dari aplikasi bisnis yang berbasis teknologi informasi.

Untuk mengurangi resiko kegagalan dalam pengembangan sistem informasi, maka perusahaan dihadapkan pada beberapa pilihan. Apakah pengembangan sistem informasi tersebut akan dilakukan secara insourcing ataupun outsourcing. Pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat merupakan suatu keharusan bagi suatu organisasi. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Pada pembahasan paper ini penulis mencoba memberikan gambaran tentang pengembangan sistem informasi secara outsourcing maupun insourcing serta apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kemudian berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, penulis mencoba memberi kesimpulan kapan perusahaan sebaiknya melakukan outsourcing. Dari penulisan paper ini diharapkan akan memberikan sedikit pengetahuan kepada pembaca tentang pengembangan sistem informasi menggunakan outsourcing maupun insourcing dan dapat dijadikan bahan pertimbangan saat akan melakukan pengembangan sistem informasi.

Perumusan Masalah

Bagaimana perbandingan pengembangan sistem informasi outsoucing dan insourcing dilihat dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh keduanya?

Tujuan Penulisan

Mengetahui bagaimana perbandingan pengembangan sistem informasi outsoucing dan insourcing dilihat dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh keduanya?

sim (outsourcing vs insourcing)